Strategi Peningkatan BOR Rumah Sakit

0.0
(0)
0 Enrolled
1 hour 33 minutes

About Course

Ikhtisar Kursus

Kursus ini dirancang untuk membekali peserta dengan pengetahuan teoritis, keterampilan praktis, dan strategi yang diperlukan untuk meningkatkan Bed Occupancy Rate Rumah Sakit.

Materi mencakup persiapan serta pengembangan keterampilan berdasarkan manajemen rumah sakit dan master business administration.

Dibimbing oleh drg. Bobet—praktisi dengan pengalaman >10 tahun memimpin rumah sakit—peserta akan mempelajari pendekatan holistik dan statistik untuk menyeimbangkan tuntutan operasional, finansial, dan etika dalam lingkungan layanan kesehatan yang kompleks.

Fitur Utama

  • 7 Daftar Pembelajaran: Kombinasi teori dan studi kasus nyata.
  • Pembelajaran Aktif: Simulasi pengambilan keputusan, analisis statistik, dan manajemen data.
  • Fokus Praktis: Solusi untuk tantangan berdasarkan empirikal 7 Rumah Sakit.

Struktur Pembelajaran
Modul Konten Inti:

  • Case study peningkatan BOR RS BPJS dan Non BPJS
  • Efek samping peningkatan BOR Rumah Sakit
  • Dasar keilmuan peningkatan BOR Rumah Sakit
  • Instant cashflow process peningkatan BOR Rumah Sakit
  • Analytical hierarchy process
  • Uji efektivitasi dengan dependent t-test
  • Memahami laporan keuangan

Tantangan Kritis yang Dibahas

  • Dilema Finansial vs Resources: Menyeimbangkan profitabilitas rumah sakit swasta dengan modal sangat terbatas dan pasien yang tidak banyak.
  • Manajemen Multigenerasi: Memimpin multidisiplin perspektif (bisnis, etik, medis, non-medis, teknis) dengan beragam ekspektasi.
  • Adaptasi Regulasi Dinamis: Memastikan kepatuhan terhadap perubahan kebijakan pemerintah dan standar internasional.

Metode Pembelajaran

  • Video perkuliahan interaktif dengan studi kasus dari pengalaman drg. Bobet.
  • Forum diskusi terbimbing untuk analisis skenario real-world.
  • Quiz dengan template yang dapat diunduh.

Hasil Pembelajaran
Peserta akan mampu:

  • Meningkatkan BOR Rumah Sakit dengan kondisi sumber daya yang sangat terbatas.
  • Memahami pendekatan obyektif secara kuantitatif dan statistik.
  • Mengenerate cashflow didalam kondisi keuangan defisit untuk dapat meningkatan BOR Rumah Sakit
  • Mengoptimalkan alokasi sumber daya tanpa mengorbankan keselamatan pasien.
Show More

What Will You Learn?

  • Kursus ini dirancang untuk membekali peserta dengan pengetahuan teoritis, keterampilan praktis, dan strategi yang diperlukan untuk meningkatkan Bed Occupancy Rate Rumah Sakit.
  • Materi mencakup persiapan serta pengembangan keterampilan berdasarkan manajemen rumah sakit dan master business administration.

Material Includes

  • Materi berisikan:
  • - Video E-Course yang dapat dipelajari berulang.
  • - Template Excel Analytical Hierarchy Process.
  • - Link Aplikasi Uji Efektivitas.

Requirements

  • Isi Quiz tanpa menggunakan AI untuk hasil maksimal serta kerjakan seluruh tugas dan mencobanya sesuai dengan realita akan memberikan manfaat penuh terhadap keberhasilan peningkatan BOR di Rumah Sakit anda.

Audience

  • Tenaga Kesehatan yang berkecimpung di Manajemen Rumah Sakit

Course Content

STRATEGI PENINGKATAN BOR RUMAH SAKIT
Topik: E-course tentang strategi peningkatan Bed Occupancy Rate (BOR) rumah sakit dari sisi implementasi bisnis praktis. Pembicara: dr. Bobet, dengan pengalaman di manajemen rumah sakit, berfokus pada pengembangan bisnis rumah sakit BPJS dan non-BPJS. Tujuan: Membekali peserta dengan pengetahuan teoritis (MMR/MBA) dan keterampilan praktis untuk meningkatkan BOR.

  • Case Study, Efek Samping & Dasar Keilmuan Peningkatan BOR Rumah Sakit
    23:08

INSTANT CASH FLOW PROCESS PENINGKATAN BOR RS
Materi ini membahas strategi peningkatan tingkat hunian (BOR - Bed Occupancy Rate) rumah sakit melalui pendekatan "instant cash flow." Fokusnya adalah pada elemen-elemen kunci dan bagaimana mengelola mereka secara efektif untuk meningkatkan pendapatan dan profit rumah sakit. Konsep Dasar: Membangun Alur Kas Instan Prospek: Sumber calon pasien (leads). Conversion Rate: Tingkat konversi dari prospek menjadi pasien. Pasien Number (Jumlah Pasien): Hasil dari Prospek x Conversion Rate. Number of Transactions: Jumlah transaksi, seringkali mengacu pada pasien lama atau repeat order. Average Sales per Transaction: Rata-rata pendapatan per transaksi. Revenue: Total pendapatan. Margin: Selisih antara pendapatan dan biaya. Profit: Keuntungan bersih. Rumus Dasar: Prospek x Conversion Rate = Pasien Number untuk fokus peningkatan BOR.

ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS
Materi ini membahas penggunaan Analytical Hierarchy Process (AHP) sebagai alat bantu pengambilan keputusan yang objektif dalam menyusun strategi peningkatan Bed Occupancy Rate (BOR) atau Tingkat Hunian Rumah Sakit (THRS). Tujuan dan Manfaat AHP Membantu membuat keputusan strategis yang tidak mubazir, khususnya ketika sumber daya rumah sakit terbatas. Berbasis kuantitatif, mengurangi subjektivitas dalam pengambilan keputusan. Menggunakan data dan daftar prioritas yang realistis dari pilihan strategi.

DEPENDENT T-TEST
Materi pembelajaran ini membahas tentang pentingnya mengukur signifikansi dari strategi peningkatan BOR (Bed Occupancy Rate) di rumah sakit. Setelah melakukan Analisis Hirarki Proses (AHP) untuk menentukan strategi, langkah selanjutnya adalah menguji apakah strategi tersebut efektif dan memberikan dampak yang signifikan. Mengapa Signifikansi Penting? Video menekankan bahwa hanya berdasarkan angka dan diskusi tanpa bukti statistik dapat menimbulkan perdebatan kusir. Tujuan: Untuk menjawab pertanyaan: "Apakah strategi efektif?" dan "Apakah signifikan?". Jika tidak signifikan, maka strategi perlu diperbaiki atau diubah.

MEMAHAMI LAPORAN KEUANGAN UNTUK MENINGKATKAN BOR RS
Materi ini membahas strategi peningkatan Bed Occupancy Rate (BOR) rumah sakit. Topik utama berfokus pada pertanyaan ayam atau telur: apakah harus memprioritaskan pasien yang ramai dulu atau modal finansial terlebih dahulu? Pentingnya Memahami Financial Statement Interconnection Penting untuk memahami interkoneksi laporan keuangan untuk pengambilan keputusan yang tepat. Ini meliputi: Balance Sheet (Neraca): Menilai wortiness atau nilai perusahaan (aset, liabilitas, ekuitas). Income Statement (Laporan Laba Rugi): Menentukan apakah rumah sakit profit atau defisit. Contoh: Pengeluaran HPP, Laba Bersih (EBIT, EBITDA). Cash Flow Statement (Laporan Arus Kas): Melacak perputaran uang. Penting untuk mengetahui dari mana saja uang masuk dan kemana saja uang keluar.

Instructors

drg. Bobet Evih Hedi I.R, C.DCAP., MMR., MBA

drg. Bobet Evih Hedi I.R, C.DCAP., MMR., MBA

Direktur Utama Rumah Sakit (Ekspertise: Membalikan RS Defisit Menjadi Profitable)
0.0
5 Students
3 Courses

With over 10 years of experience as a hospital director, I am a seasoned leader in the healthcare industry, with expertise in hospital management, accreditation, and consulting. Moreover, I have expertise in MBA, MMR and C.DCAP in the healthcare business.

No Review Yet
No Review Yet