Dampak Service Excellence di Pelayanan Rumah Sakit terhadap Neraca, Arus Kas, dan Laba Rugi

6 Januari 2026
Service Excellence di Rumah Sakit
Service Excellence di Rumah Sakit

Dalam industri kesehatan yang semakin kompetitif, service excellence bukan lagi sekadar nilai tambah, melainkan strategi bisnis dan keberlanjutan rumah sakit. Pasien tidak hanya menilai kompetensi klinis, tetapi juga pengalaman menyeluruh: komunikasi, empati, kecepatan layanan, dan rasa aman. Banyak rumah sakit masih memandang service excellence sebagai biaya operasional, padahal pada praktiknya service excellence adalah investasi strategis yang berdampak langsung pada kinerja keuangan, baik pada neraca, arus kas, maupun laporan laba rugi.

Faktor Pendukung Sukses Implementasi Service Excellence di Rumah Sakit

Keberhasilan service excellence tidak terjadi secara instan. Diperlukan ekosistem pendukung yang kuat, antara lain :

a. Komitmen Kepemimpinan

Direksi dan manajemen puncak harus menjadi role model bagi staf dibawahnya. Sebisa mungkin service excellence dimasukkan dalam visi rumah sakit, KPI individu maupun KPI unti, dan dijadikan budaya organisasi dalam memberikan pelayanan kepada pasien

b. SDM yang Kompeten dan Berempati

penjadwalan rutin bagi petugas dalam pelatihan atau refreshment program pelatihan terutama pelatihan komunikasi, empati, dan service mindset. Lebih ditekankan pada penilaian kinerja berbasis perilaku pelayanan, bukan hanya teknis

c. SOP yang Human-Centered

SOP yang disusun tidak hanya prosedural, tetapi mempertimbangkan pengalaman pasien. Perhatikan juga fleksibelitas dalam situasi emosional pasien dan keluarga

d. Sistem Monitoring dan Feedback

lakukan monitoring dan evaluasi dari pelaksanaan service excellence di  pelayanan. Bisa berupa survei kepuasan pasien, penangnanan komplain yang cepat dan solutif serta continuous improvement berbasis data

e. Lingkungan dan Fasilitas Pendukung

perhatikan kondisi fisik lingkungan rumah sakit yang bersentuhan lamgsung dengan pasien. Misalnya kebersihan kamar dan area public, kenyamanan pasien selama di rawat di rumah sakit, keamanan serta alur layanan yang jelas dan minim antrean

Trik dan Tips Meningkatkan Kepuasan Pasien agar Loyal dan Melakukan Referral

Kepuasan pasien harus diubah menjadi loyalitas dan promosi organik, dengan strategi berikut :

a. Fokus pada “Moment of Truth”

Pasien sering mengingat sikap petugas, bukan detail tindakan medis. Maka perlu diperhatikan bagaimana petugas bersikap pada saat berinteraksi dengan pasien. Mulai dari pendaftaran, Komunikasi dokter/perawat kepada pasien, penanganan keluhan pasien, dan proses kepulangan pasien

b. Personalisasi Layanan

salah satu hal kecil yang dampaknya tidak kecil adalah menyebut nama pasien. Karena dengan menyebut nama pasien, pasien akan merasa dihargai dan diakui keberadaannya. Petugas diharapkan ketika memberikan penjelasan kepada pasien baik itu edukasi ataupun saat akan melakukan tindakan selalu menyampaikan dengan bahasa awam yang mudah dimengerti oleh pasien. Ini dilakukan untuk menghindari kesalahpahaman terkait dampak tindakan yang bisa terjadi. Selalu berusaha untuk mengingat preferensi pasien, kapan waktu kontrol, menentukan metode komunikasi apa yang biasa digunakan pasien

c. Respons Cepat terhadap Keluhan

salah satu yang diharapkan complainer adalah sebuah respon dari petugas. Keluhan yang ditangani baik akan  meningkatkan loyalitas pasien. Selalu lakukan Follow-up pasca keluhan untuk membangun kepercayaan pasien sehingga terbentuk loyalitas

d. Bangun Emotional Bond

Petugas Kesehatan harus mampu menjadi agent of comfort. Apa yang disampaikan dan dilakukan sudah seharusya memberikan kenyamana pada pasien. Empati uang tulus dan bahasa tubuh positif serta sikap menghargai kepada pasien dan keluarga adalah beberapa emotional bonding yang bisa diterapkan Ketika berinteraksi dengan pasien dan keluarganya

e. Jadikan Pasien sebagai “Brand Ambassador”

kesan pertama yang diraskan pasien akan berpengaruh pada interaksi berikutnya. Pengalaman positif dari pasien terkait pelayanan yang diberikan oleh petugas kesehatan akan mendorong kunjungan ulang pasien serta rekomendasi ke keluarga dan komunitas. Ulasan positif di media sosial dan platform digital yang diberikan pasien akan menaikkan citra positif rumah sakit.

Dampak Implementasi Service Excellence terhadap Kinerja Keuangan Rumah Sakit

A. Dampak terhadap Laporan Laba Rugi

Dampak Positif yang bisa didapatkan dari implementasi service excellence di pelayanan adalah adanya peningkatan pendapatan dari kunjungan ulang pasien, Rujukan (referral), dan peningkatan utilisasi layanan. Dengan adanya kepuasan pasien yang terbentuk dari adanya service excellence dapat menurukan biaya komplain, biaya sengketa hukum yang termitigasi karena service excellence yang dijalankan. Implikasi yang bisa dilihat dari dampak ini adalah meningkatkan margin operasional penurunan beban tak terduga (litigasi, kompensasi), dan laba bersih lebih stabil dan berkelanjutan

B. Dampak terhadap Arus Kas (Cash Flow)

Service excellence yang terimplementasi dengan baik dan benar sert akonsisten di pelayanan akan memperbaiki arus kas melalui pembayaran pasien yang lebih lancer karena merasa puas dengan pelayanan yang diberikan. Menurunkan tingkat piutang macet dan menciptakan hubungan lebih baik dengan pasien baik pasien BPJS maupun pasien non-BPJS. Efek nyata dari dampak ini adalah cash inflow meningkat dan lebih stabil, ketergantungan pada pembiayaan eksternal berkurang dan likuiditas rumah sakit membaik

C. Dampak terhadap Neraca Rumah Sakit

Dampak nyata berikutnya dari service excellence yang terimplementasi dengan baik dan konsisten di pelayanan dapat meningkatkan Aset Tidak Berwujud (Intangible Asset) berupa Reputasi bisnis rumah sakit, brand image dan peningkatan kepercayaan public terhadap rumah sakit. Dimana dampak structural yang bisa didaptakan adalah nilai goodwill meningkat dan rumah sakit lebih menarik bagi nvestor, mitra strategis lebih loyal dan mampu menarik  tenaga kesehatan yang berkualitas. Service excellence memperkuat posisi rumah sakit sebagai organisasi yang sehat secara operasional dan finansial.

Service excellence bukan sekadar standar pelayanan, tetapi pengungkit utama kinerja keuangan rumah sakit. Implementasi yang konsisten akan Meningkatkan laba, Menjaga arus kas sehat, Memperkuat neraca, Menciptakan keunggulan kompetitif jangka Panjang. Kesimpulannya adalah Rumah sakit yang unggul dalam pelayanan, akan unggul dalam keuangan.

Leave a Comment